Berdoalah dengan yakin




Sabda Rasulullah s.a.w.:“Berdoalah kamu kepada Allah Taala dalam keadaan kamu yakin akan dimustajabkan (diterima). Ketahuilah sesungguhnya Allah tidak menerima doa dari hati yang lalai dan alpa .” (Riwayat al-Tirmizi)

Ketika berdoa, kita hendaklah peka kepada apa yang didoakan (dipohon), janganlah berdoa dengan mulut sahaja sedangkan hati kita lalai. Sebaliknya hayati apa yang dipohonkan itu serta yakin bahawa Allah akan menerima doa tersebut kerana Allah S.W.T tidak akan memperkenankan doa orang yang hatinya lalai dan alpa.

Jangan boring dalam berdoa . Rasulullah SAW bersabda: Akan dimakbulkan doa salah seorang di antara kamu selagi dia tidak terburu-buru lalu dia mengatakan: Aku sudah berdoa namun tidak dimakbulkan bagiku. (riwayat Imam al-Bukhari)
Cepat atau lambat sesuatu doa itu dimakbulkan (diterima) bergantung kepada Allah dan banyak atau sedikit dosa yang dilakukan oleh seseorang itu. Ada orang yang bertaubat selama 30 tahun baru Allah terima taubatnya itu. Nabi Musa juga berdoa selama 30 tahun kemudian barulah Firaun dimusnahkan.

Ada juga doa yang tidak diterima semasa di dunia ini tetapi diberi pahala di akhirat nanti. Ketika itu orang yang doanya diterima berkata “alangkah baiknya jika doa aku tidak diterima dulu”
Jagalah makan minum dan adab berdoa, agar doa kita diterima.

Doa diterima bila “yang ada jadi tiada” (contohnya penyakit disembuhkan) atau “yang tiada jadi ada” (contohnya diberikan rezeki). Semuanya berlaku dengan izinnya dan bukan secara kebetulan. Orang kafir berjaya bukan kerana doa mereka diterima tapi sebab Allah telah menentukan bahagiannya (kecuali kafir yang teraniaya).

Ar-Ra’d [14]…dan tiadalah ibadat dan doa permohonan orang-orang kafir itu melainkan dalam kesesatan.

Dalam sebuah hadis disebutkan: Doa adalah senjata bagi orang mukmin . Sesiapa tidak memohon (berdoa) kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.

Friday, February 26, 2010 at 10:36 AM , 3 Comments

~sharing is loving (◕‿◕✿)~

Five Reasons why Allah SWT uses problems:

The problems you face will either defeat you or develop you – depending on how you respond to them. Unfortunately, most people fail to see how Allah wants to use problems for good in their lives. They react foolishly and resent their problems rather than pausing to consider what benefit they might bring.


Here are five ways Allah wants to use the problems in your life:


1. Allah uses problems to DIRECT you. Sometimes God must light a fire under you to get you moving. Problems often point us in a new direction and motivate us to change. Is God trying to get your attention? “Sometimes it takes a painful situation to make us change our ways.”


2. Allah uses problems to INSPECT you. People are like tea bags…if you want to know what’s inside them, just drop them into hot ever water! Has God tested your faith with a problem What do problems reveal aboutyou? “When you have many kinds of troubles, you should be full of joy, because you know that these troubles test your faith, and this will give you patience.”


3. Allah uses problems to CORRECT you. Some lessons we learn only through pain and failure. It’s likely that as a child your parents told you not to touch a hot stove, but you'll probably learn by being burned. Sometimes we only learn the value of something - health, money, a relationship..by losing it. “It was the best thing that could have happened to me, for it taught me to pay attention to your laws.


4. Allah uses problems to PROTECT you. A problem can be a blessing in disguise if it prevents you from being harmed by something more serious. Last year a friend was fired for refusing to do something unethical that his boss had asked him to do. His unemployment was a problem – but it saved him from being convicted and sent to prison a year later when management’s actions were eventually discovered. “You intended to harm me, but God intended it for good…


5. Allah uses problems to PERFECT you. Problems, when responded to correctly, are character builders. God is far more interested in your character than your comfort. Your relationship to God and your character are the only two things you’re going to take with you into eternity. “We can rejoice when we run into problems…they help us learn to be patient. And patience develops strength of character in us and helps us trust God more each time we use it until finally our hope and faith are strong and steady.”


Here’s the point: God is at work in your life – even when you do not recognize it or understand it. But it’s much easier and profitable when you cooperate with Him.“Success can be measured not only in achievements, but in lessons learned, lives touched and moments shared along the way.


Allah Knows Best. Wallahualam.

Monday, February 22, 2010 at 8:08 PM , 0 Comments

RanDoM ThouGHt..

assalammualaikum w.b.t..

lamanya tak menulis..as usual..kemalasan yg menyelubungi diri..haila..what happen to you akmal??
sometimes i do muhasabah diri..thinking of myself..the changes.."metamorfosis" diri yg amat merisaukan..i just look up into the time frame..time frame of my life..the growing chart..there's something wrong somewhere i guess..

the climax of the "enthusiasm" when i was 18..everything then fluctuating when i've got myself into a comfort zone doing medicine in uni. science of malaysia..1st yr is really tough..the fear of failing the professional 1 exam..study like there's no other way..n then it's going down..aiyoo~

now u are turning 22 this year my dear..n ur professional 2 exam just about less than 1 month..plz get on the track back..plz!!

Kalau kamu tidak tahan lelahnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan. (Hendaklah belajar dgn sungguh2 krn tdk ada orang yg dilahirkan berilmu. Ilmu itu hanya diperoleh dengan belajar(ibnu mas'ud) [ i luv sunnah]

at 9:37 AM , 0 Comments

hipokrit..

http://ms.langitilahi.com/motivasi-hipokritkah-kalau-bergerak-kearah-kebaikan/

by:hilal asyraf

wanna sahare this with readers..it makes me open the eyes..see the truth..try to be strong..even sometimes, there's voices whispering that could "distort" my intention to change myself for a better person.. let's read.. may this could give us strength to become a better person than yesterday:)

Saya ada terbaca blog junior/sahabat saya, Faiq Zaini berkenaan hal ini. Kemudian ditambah pula, selepas itu salah seorang pembaca Langit Ilahi bertanya kepada saya berkenaan ketakutannya bergerak ke arah kebaikan kerana rakan-rakan mencercanya sebagai hipokrit.

Ya, ada orang takut berubah kepada kebaikan kerana risau. Kadangkala bukan merisaukan kutukan orang. Diri sendiri itu pun mempersoalkan – tak hipokrit ke aku ni kalau berubah?

Ayat-ayat racun macam – aku kena jadi diri sendiri – akan mula merosakkan jiwa.

Hipokrit ke kalau jadi baik? Jadi baik ni, sama dengan tak jadi diri sendiri kah?

Siapa la pandai-pandai buat peraturan hodoh macam tu?

Kalau bab tak jadi diri sendiri, maka buat benda-benda tak elok itulah hipokrit

Kenapa tak nak berubah? Dia kata, tak nak jadi hipokrit. Dirinya suka benda-benda yang Allah larang, suka merokok, suka ponteng kelas, suka mencarut, suka couple dan sebagainya. Jadi, kalau berubah ni hipokrit. Not myself katanya.

Oh? Mana kamu tahu jahat/nakal/kurang aja/tak bagus tu adalah diri kamu yang sebenar?

Siapa ajar?

Tahu apa diri kita yang sebenar?

Saya bagi satu hadith, dan satu ayat Al-Quran.

Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap bayi itu lahirnya di atas fitrah, ibu bapanya(suasana pembesarannya) lah yang menjadikannya yahudi, nasrani dan majusi”

Kenapa Rasulullah SAW tak cakap: “Ibu bapanya(suasana pembesarannya)lah yang menjadikannya islam, yahudi, nasrani, dan majusi” ? Kenapa?

Sebab bayiu itu dilahirkan atas fitrah. Fitrah=Islam. Islam=baik.

Jadi, siapa kata menjadi baik itu hipokrit? Jadi jahat la hipokrit. Sebab jahat/nakal dan segala yang berkaitan dengannya itulah yang bukan diri kita sendiri.

Allah SWT pula berfirman:

“Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan zuriat anak-anak Adam dari belakang mereka, dan Dia jadikan mereka saksi terhadap diri mereka sendiri, (Dia berfirman): Bukankah Aku ini Tuhan kamu? Mereka semua menjawab: Benar, kami menjadi saksi(mengakuinya)” Surah Al-A’raff ayat 172.

Ah, sebelum kita lahir lagi, fitrah kita adalah beriman. Fitrah kita adalah Islam. Fitrah kita adalah taat kepada Allah SWT. Sebab itu, pernah dengar kan kata-kata: “Bayi itu suci dari dosa?”

Jadi, nak kembali kepada kebaikan, nak bergerak menjadi hamba yang taat, di mana hipokritnya?

Masalah manusia senget akal

Masalah segelintir manusia adalah, apabila ada rakan mereka nak berubah, mereka akan hina-hina, kutuk-kutuk. Kata-kata berikut adalah yang biasanya keluar:

“Tak payah jadi baiklah. Kau ni memang dah tak ada harapan dah nak ikut geng-geng baik ni”

“Kau jangan nak tunjuk bagus la bro. Dunia belum terbalik lagi la”

“Hipokrit la kau ni. Jahat tu jahat la. Jadi baik buat apa?”

Ini penyakit paling kronik yang ada dalam masyarakat kita. Tengok sahabat dia jadi baik, dia tak senang, dia rasa sempit, dia rasa gusar. Dia mewarisi sikap satu makhluk ni. Makhluk apa?

Iblis. Iblis, syaitan dan konco-konconya memang akan rasa sempit hati bila nampak orang bergerak ke arah kebaikan. Dia rasa bengang, rasa marah dan rasa sangat-sangat la bengkek bila tengok orang buat baik. Sebab, tujuannya atas muka bumi ni terganggu. Semasa dia dilempar keluar dari syurga, dia telah bersumpah kepada Allah SWT:

Allah SWT berfirman:

“Iblis pun berkata: Oleh kerana Kau telah menyebabkan aku tersesat, maka sesungguhnya aku akan mengambil tempat menjadi penghalang mereka dari jalanMu yang lurus. Kemudian aku datangi mereka dari hadapan serta dari belakang mereka, dan dari kanan serta kiri mereka, dan Engkau akan mendapati tidak ramai dari mereka yang bersyukur” Surah Al - ‘Araff aayat 16-17.

Tapi benda ni, kalau cakap pada pengutuk-pengeji ni, mereka tidak akan faham.

Maka, jadikan ini inspirasi, kekuatan kepada yang nak merubah diri, agar terus sabar dan tabah. Hendak kembali kepada fitrah, hipokrit apanya?

Bukan boleh terus jadi malaikat

Kepada yang nak berubah, jangan rasa susah hati kalau ada masanya anda jatuh semula. Terbuat salah lama. Memang itu resminya kehidupan manusia. Imannya turun naik. Tak ada manusia yang tersedar-sedar terus jadi baik macam malaikat.

Tak ada. Melainkan kamu boleh jumpa situasi itu di dalam drama dan novel sahaja.

Manusia biasa, paling kurang akan tetap ada sisa-sisa jahiliyyahnya. Lambat untuk membuang semuanya.

Tetapi ini bukan alasan berputus asa.

Sebab itu saya suka tunjukkan kamu kisah pembunuh kepada 100 orang. Dia telah membunuh 100 orang, tetapi dia masih berusaha bertaubat kepada Allah. Akhirnya Allah memasukkannya ke dallam syurga, tanpa dia sempat bertaubat. Dia hanya baru hendak bergerak ke tempat taubat sahaja. Itulah dia maknanya, keampunan Allah meluasi kemarahan-Nya.

Ketahuilah, kepada orang yang hendak berubah, Allah amat mencintai kalian.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah amat mencintai mereka yang sering bertaubat dan membersihkan diri” Surah Al-Baqarah ayat 222.

Apa la kisahnya dengan kritikan orang ramai, jika hendak dibandingkan dengan kasih sayang Allah?

Penutup: Usah peduli orang lain. Bergerak terus ke arah perubahan

Bila nak berubah, jangan teragak-agak. Niat berubah kena jelas, menuju kepada Allah semata-mata. Tidak berubah kerana perempuan, tidak berubah kerana kawan, tidak berubah kerana yang lain-lain. Berubah hanya kerana Allah SWT.

Dengan ini, kalau satu dunia menyisihkan anda kerana perubahan anda, anda tetap tenang dan sabar, teguh dan tabah.

Bergeraklah terus ke arah perubahan.

InsyaAllah, Allah SWT tidak akan mengecewakan hamba-hamba-Nya yang mendekati-Nya.

Saya tutup artikel ini dengan surah penenang jiwa. Dalami maknanya ya.

“Bukankah Kami telah melapangkan bagimu: dadamu? Dan Kami telah meringankan daripadamu: bebanmu yang memberati tanggunganmu? Dan Kami telah meninggikan bagimu: sebutan namamu? Oleh itu, maka (tetapkanlah kepercayaanmu) bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan, (Sekali lagi ditegaskan): bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan. Kemudian apabila engkau telah selesai (daripada sesuatu amal soleh), maka bersungguh-sungguhlah engkau berusaha (mengerjakan amal soleh yang lain), Dan kepada Tuhanmu sahaja hendaklah engkau memohon (apa yang engkau gemar dan ingini)” Surah Asy-Syarh ayat 1-8

Tuesday, February 16, 2010 at 3:01 PM , 2 Comments

kurangkan ketawa...banyakkan menangis..

Ustaz Zainudin Hashim
Mon | Apr 27, 09 | 10:59:19 am MYT
Firman Allah SWT melalui ayat 82 surah at-Taubah bermaksud: "Maka bolehlah mereka (golongan munafik) ketawa sedikit (di dunia ini) dan mereka akan menangis banyak (di akhirat kelak), sebagai balasan bagi apa yang mereka telah usahakan (semasa hidup di dunia)." Dan dalam ayat 60 surah an-Najm yang bermaksud: "Maka mengapa kamu ketawa dan tidak menangis?"

Mesej daripada maksud dua potong ayat di atas walaupun pendek, sarat dengan pelbagai pengajaran yang perlu diambil oleh kita semua, betapa Allah SWT mencemuh golongan munafik yang boleh disifatkan sebagai golongan yang mana hidup mereka penuh dengan kepura-puraan.

Sesungguhnya kedua-dua ayat berkenaan di atas ditujukan kepada golongan munafik yang banyak mempersendakan kebenaran ayat-ayat al-Quran ataupun pengajaran daripada hadis-hadis Nabi Muhammad s.a.w. Mereka merupakan golongan yang menzahirkan luaran mereka sebagai orang Islam, tetapi pada sanubari mereka menyatakan kebencian yang amat sangat terhadap Islam, lebih dahsyat daripada orang bukan Islam.

Mereka menyatakan kononnya mahu melakasana dan menegakkan hukum-hukum Islam, tetapi pada masa yang sama menyubur serta memperbanyakkan program-program maksiat melalui penganjuran sitcom-sitkom gelak ketawa, malah dipertandingkan seperti 'Rajalawak'/'Lawaking' yang mahu mengajak penonton supaya banyak ketawa dan menangis sedikit.

Tidak ada program lawak yang mengajak manusia untuk berfikir pada alam akhirat atau menyebabkan mereka menangis. Tetapi yang jelas bahawa mereka diajak untuk ketawa hingga lupa tugas sebenar untuk beriman kepada Alla SWT, sesungguhnya terdapat pandangan di kalangan ulama kontemporari hari ini yang menegaskan bahawa umat Islam adalah umat serius yang mempunyai tanggungjawab besar menyeru manusia sejagat untuk kembali kepada fitrah mereka iatu menyembah Allah - Tuhan segala manusia.

Apa yang jelas jika ciri-ciri golongan munafik ada dalam diri insan Muslim, ia boleh dianggap sebagai satu musibah besar, kerana ciri-ciri tersebutlah yang akan mengundang kemarahan Allah dan sudah pasti tidak akan berjaya mendapatkan pertolongan Nabi Muhammad pada hari akhirat kelak.

Perkara ini ada ditegaskan Allah melalui firman-Nya dalam ayat 145 surah an-Nisaa yang bermaksud: "Sesungguhnya orang-orang munafik itu ditempatkan pada tingkatan yang terkebawah sekali dari (lapisan-lapisan dalam) neraka. Dan engkau tidak sekali-kali akan mendapat sesiapa pun yang boleh menolong mereka."

Berdasarkan hadis Riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad s.a.w mengatakan:

Tanda orang-orang munafiq itu ada tiga keadaan.

* Pertama, apabila berkata-kata, dia berdusta.

* Kedua, apabila berjanji, dia mengingkari.

* Ketiga, apabila diberikan amanah (kepercayaan), dia mengkhianatinya.

Apabila dilihat kepada maksud pengisian yang ada dalam hadis baginda di atas, kita dapat simpulkan bahawa masih terdapat di kalangan umat Islam hari ini yang sanggup berdusta semata-mata untuk mencapai impian dalam hidup mereka.

Mereka tidak mempedulikan larangan Allah atau suruhan-Nya, yang dilarang itulah menjadi keutamaannya untuk dilakukan, sedangkan suruhan Allah diabaikan. Gambaran ini dapat dilihat secara jelas, sebagai contoh penyertaan individu Muslim dalam program yang dilarang seperti Rajalawak, ia menjadi pilihan dan kesukaan ramai manusia hari ini, pada masa yang sama ramai juga yang meninggalkan solat kerananya.

Begitu juga individu Muslim yang berbuat janji, apatah lagi janji mereka kepada Allah seperti dalam lafaz yang diungkapkan dalam solat, sesungguhnya hidupku, matiku dan seluruh amal ibadatku adalah hanya untuk Allah, Tuhan sekelian alam.

Tetapi selepas solat, banyak perkara yang dijanjikan itu disanggah secara langsung atau tidak langsung, ramai Muslimat yang solat dengan pakaian kain telekung yang mencantikkah penampilan mereka, tetapi ramai juga di kalangan mereka mendedahkan aurat atau menampakkan rambut mereka di hadapan khalayak lelaki.

Begitu juga dengan amanah yang diberi, terutamanya amanah sebagai manusia Islam yang diwajibkan untuk melaksanakan segala titah perintah Allah SWT dalam erti kata sebenarnya. Tetapi ia hanya seruan yang tertinggal di atas mimbar oleh khatib pada setiap hari Jumaat, ia tidak digarap dengan baik oleh para jemaah, amanah untuk membangun bersama Islam tidak ditepatinya. Amanah untuk mendaulatkan Islam juga hanya retorik semata-mata, kesemua agenda hidup tidak berteraskan untuk kurangkan ketawa dan menangis banyak kerana takut kepada Allah.

Program-program kuliah dan ceramah di masjid-masjid atau surau-surau kebanyakannya dihadiri oleh golongan pesara walaupun terdapat golongan muda atau remaja, tetapi jumlahnya terlalu sedikit. Mungkin kempen kepada golongan ini untuk ke masjid atau surau tidak dikuat-kuasakan oleh pihak berkuasa, sebab mereka pun tidak terfikir untuk ke masjid atau surau, tetapi kempen untuk program ketawa seperti Jomheboh dan lain-lain dipromosikan dengan hebat sekali, sebab yang berkempen pun akan menyertainya.

Kepada mereka dibacakan sebuah hadis Nabi Muhammad s.a.w. yang bermaksud: "Kemanisan di dunia akan memahitkan nanti di akhirat, dan apa-apa yang memahitkan di dunia akan memaniskan seseorang itu di akhirat."

Sesuatu yang manis pasti akan menggembirakan seseorang, seperti kerap makan durian yang sedap dan enak, tetapi ia akan menjadikan seseorang itu mungkin akan terkena obesiti dan kencing manis, berbanding dengan ubat periuk yang pahit, bagi pengamal yang sering meminumnya walaupun tidak sedap, tetapi ia menjanjikan kesihatan yang baik.

Begitulah sebaliknya bagi mereka yang mengutamakan yang pahit, maksudnya menjalani proses hidup sebgai Muslim yang beramal dengan solat lima kali sehari semalam. Ia menjadi manis bagi orang biasa buat, tetapi ia dianggap pahit atau sukar untuk dilakukan bagi mereka yang tidak biasa atau golongan yang memiliki ciri-ciri orang munafik.

Apapun semua yang pahit itu sebenarnya akan membahagiakan seseorang itu nanti di alam akhirat, termasuklah berada dalam jemaah yang berteraskan Islam. Untuk memajukan Islam sebagai cara hidup bukanlah satu perkara yang mudah, namun ia memerlukan kesabaran yang cukup tinggi dan kewarasan pemikiran untuk mendapatkan syafaat (rekomendasi) daripada baginda Rasulullah s.a.w. di akhirat kelat, Insya-Allah. Yang penting banyakkan menangis kerana takut kepada Allah SWT. - sama2 muhasabah diri...

Friday, February 12, 2010 at 1:30 AM , 0 Comments

1-10

Panduan - Ilmu Di Sebalik Nombor 1-10

fakta menarik yg sy dpt check email td..let's check it out:) sharing is caring!


Berikut ini dicatatkan beberapa fakta yang sangat baik untuk kita
sama-sama
ingat dan ambil pengajaran daripadanya. Fakta ini sengaja disusun
mengikut
nombor/angka dari 1 hingga 10 agar ianya memudahkan kita untuk ingat dan
ambil manfaat daripadanya.

ANGKA 1:
Istiqamah itu satu jalan.Awalnya kemulian, pertengahannya keselamatan,
dan
akhirnya
adalah syurga yang menanti.


ANGKA 2:
Dua titisan yang sangat bernilai di hari akhirat yang dapat memadamkan
kepanasan api di padang mahsyar :
1)Air mata orang yang menangis {bertaubat kepada Allah}terutama di malam
hari.
2)Darah para syuhada di medan jihad fisabilillah.


ANGKA 3:
Tiga perkara yang menjadi kesukaan dan kebahagian hidup Rasulullah SAW:
1)Bau-bauan yang harum{wangi}
2)Isteri yang solehah
3)Solat


ANGKA 4:
Berkata Saiyidina Ali karamallahu wajhah: Barangsiapa yang di berikan
kepadanya empat perkara, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan dunia
dan
akhirat:
1)Sifat warak yang memeliharanya daripada apa yang di haramkan oleh
Allah.
2)Dia hidup bersama masyarakat dengan akhlak yang penyantun.
3)Malu yang menegahnya dari kejahilan org2 jahil.
4)Juga isteri solehah yang membantunya dalam urusan dunia dan akhirat.


ANGKA 5:
Berkata seorang soleh : Ubat bagi hati itu ada pada lima perkara:
1)Membaca al-quran dengan tadabbur{ulang2}
2)Kosong perut.
3)Melakukan qiamullail.
4)Memohon ampun di waktu sahur.
5)Mendampingi orang2 soleh {ulamak}


ANGKA 6:
Enam cara menghindarkan dari iblis:
1)Bertaqwa kepada allah di mana sahaja.
2)Selalu meminta pertolongan daripada Allah.
3)Selalu berzikir dan berwirid.
4)Memperbaharui taubat.
5)Memperbanyakkan istighfar
6)Selalu meningkatkan dan memperkemaskan ibadah di samping asasnya ilmu
yang bermanafaat.


ANGKA 7:
Tujuh anak-anak rasulullah SAW:
1)Qasim
2)Abdullah
3)Ibrahim
4)Zainab
5)Ruqaiyah
6)Fatimah
7)Umi kalsum


ANGKA 8:
Ada lapan senjata utama perempuan yang boleh mendatangkan fitnah besar
kepada islam dan umatnya :
1)Air mata
2)Merajuk dan suka bermanja -manja
3)Berhias diri dan bergaya
4)Berpura -pura sakit
5)Senyuman
6)Penipuan
7)Kata-kata yang manis
8)Mengugut bahawa ia akan lari.


ANGKA 9:
Bila taqwa tidak ada,maka para ulama akan di kuasai oleh sembilan
nafsu-nafsu berikiut :
1)Sombong atau ego
2)Ujub dan riak
3)Hasad dengki
4)Susah untuk menerima kebenaran dari orang lain
5)Suka berdebat terutama sesama ulama
6)Gunakan ilmu sebagai alat untuk kepentingan dunia, pangkat, dan wang
ringgit
7)Pemarah
8)Ingin dihormati {gila puji}
9)Kalau mampu akan hidup bermewah- mewah.


ANGKA 10:
Ada sepuluh macam orang yang mayatnya tidak busuk dan tidak reput di
dalam
kubur dan mereka akan bangun ke padang mahsyar dengan tubuh yang asal
dari
kubur:
1)Para nabi dan rasul
2)Para ahli jihad{mujahid}
3)Para ahli ulama
4)Para syuhada
5)Huffazul quran
6)Imam atau pemimpin yang adil
7)Muazzin
8)Wanita yang mati kerana kelahiran{beranak}
9)Orang yang mati d bunuh atau dianiaya
10)Orang yang mati pada siang atau d malam jumaat.(Yang ni...tak
taulah...sama ada ianya ada Hadis sahih atau daif.....)

Friday, February 5, 2010 at 9:20 PM , 0 Comments